Widget edited by Heroe.Share

menu

Analisis Sistem Pengangkutan Sampah Perkotaan Dengan Metode Penyelesaian VRP (Vehicle Routing Problem)

Pembahasan, Peningkatan jumlah penduduk di perkotaan seringkali menimbulkan beberapa permasalahan. Salah satu di antaranya terkait dengan limbah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat itu sendiri. Hal inilah yang juga dialami oleh masyarakat kota Makassar. Peningkatan jumlah penduduknya diikuti oleh peningkatan jumlah limbahnya. Kenyataan ini semakin rumit dengan sistem pengangkutan sampah yang tidak mampu menangani permasalahan limbah ini setiap hari sehingga terjadi penumpukan di beberapa wilayah.

Menurut Hadiwiyoto, sampah adalah bahan sisa, baik bahan-bahan yang sudah digunakan lagi (barang bekas) maupun bahan yang sudah diambil bagian utamanya yang dari segi ekonomis, sampah adalah bahan buangan yang tidak ada harganya dan dari segi lingkungan, sampah adalah bahan buangan yang tidak berguna dan banyak menimbulkan masalah pencemaran dan gangguan pada kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, permasalahan sampah harus mendapat perhatian yang serius. Kota Makassar menerapkan pola pengangkutan sampah dengan kontainer yang menggunakan armroll truck dan pola door to door yang menggunakan dump truck.

Penelitian ini dilakukan untuk menemukan solusi dari permasalahan sampah dengan cara membuat rute pengangkutan yang efektif dan efisien pada setiap wilayah yang ada dengan keterbatasan unit truk pengangkut dan biaya yang tersedia di wilayah Kota Makassar. Penelitian kali ini difokuskan untuk menangani penumpukan sampah yang terjadi di Kecamatan Mamajang dengan mengefektifkan pola pengangkutan door to door yang menggunakan dump truck pada pengangkutan pagi hari dengan rute yang berkelok.

Analisis Sistem Pengangkutan Sampah Perkotaan Dengan Metode Penyelesaian VRP (Vehicle Routing Problem)

===================================
Silahkan Download Skripsi Teknik Industri :
Download By Ziddu (Winrar 618 Kb)
Password : Lihat Password Winrar Disini
===================================
i s i
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lampiran.pdf
===================================

Penelitian kali ini akan mengamati pola pengangkutan door to door. Pengangkutan sampah door to door adalah suatu pengangkutan yang dilakukan dengan cara mendatangi secara langsung wilayah timbulan sampah dengan menggunakan dump truck yang rata-rata berkapasitas 6 m3. Dump truck ini berjumlah 63 unit. Daerah pelayanan pengangkutan ini adalah sebanyak 14 kecamatan di mana pada setiap kecamatan terdiri dari dua jadwal pengangkutan yaitu pengangkutan pagi dan malam.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terjadinya penumpukan sampah berkaitan langsung dengan keterbatasan jumlah dump truck, biaya yang tersedia untuk bahan bakar, dan rute pengangkutan yang kurang efektif dan efisien. Untuk Kecamatan Mamajang, jumlah truk yang tersedia hanya 7 unit yang terbagi dalam 2 shift. Khusus untuk pengangkutan pagi dengan rute yang berkelok hanya tersedia 2 unit dump truck yang memiliki bahan bakar harian yang terbatas untuk menempuh jarak ± 28 km. Hal inilah yang menyebabkan pelayanan pengangkutan sampah tidak dapat memenuhi semua wilayah yang telah ditentukan untuk pengangkutan setiap hari. Oleh karena itu, rute yang kurang efektif dan efisien akan menyebabkan permasalahan pengangkutan sampah semakin besar.

Dari fakta ini ditemukan bahwa terjadi permasalahan pada rute pengangkutan atau disebut Vehicle Routing Problem (VRP). VRP didefinisikan sebagai sebuah pencarian atas cara penggunaan yang efisien dari sejumlah vehicle yang harus melakukan perjalanan untuk mengunjungi sejumlah tempat untuk mengantar dan/atau menjemput orang/barang.

Pada tahun 1964, Clarke dan Wright mempublikasikan sebuah algoritma sebagai solusi permasalahan dari berbagai rute kendaraan, yang sering disebut sebagai permasalahan klasik dari rute kendaraan (the classical vehicle routing problem). Algoritma ini didasari pada suatu konsep yang disebut konsep savings yang akan meminimalkan jarak yang akan ditempuh dalam satu rute yang ditempuh sesuai dengan kapasitas kendaraan.

Pengangkutan pagi yang menggunakan dump truck dengan rute berkelok pada Kecamatan Mamajang dilaksanakan oleh 2 truk dengan kapasitas 6000 liter yang harus mengangkut sampah pada wilayah yang berbeda. Truk I harus mengangkut sampah yang ada di Jalan Lanto Dg. Pasewang, Anuang Selatan, Onta Baru, Serigala, Tupai, Amirullah, dan Mawas Timur dengan total timbulan sampah setiap harinya ± 9.020 liter. Sedangkan truk II harus mengangkut sampah
yang ada di Jalan Singa, Macan, Onta Lama, Beruang, Kancil Tengah, Badak, Tupai Selatan, dan Serigala Selatan dengan total timbulan sampah setiap harinya ± 9.140 liter. Dengan melihat total timbulan sampah setiap hari yang lebih besar dari pada kapasitas truk pengangkut, maka harus dilakukan 2 kali pengangkutan setiap hari. Namun,hal ini tidak dapat dilakukan karena keterbatasan bahan bakar. Sehingga dump truck menyelesaikan rute yang ditentukan selama 2 hari karena hanya dapat melakukan 1 kali pengangkutan dari pangkalan, ke beberapa jalan, kemudian dibawa ke TPA lalu kembali ke pangkalan setiap harinya. Rute yang mampu dilalui oleh truk pengangkut I untuk hari pertama, truk berangkat dari pangkalan yang terdapat di Jl. Kerung-Kerung kemudian menuju Jl. Lanto Dg. Pasewang ke Jl. Amirullah ke Jl. Anuang Selatan ke Jl. Tupai.

“Jika anda ingin mejadikan ini sebagai referensi skripsi, silahkan download secara lengkap pada link download diatas”
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Tolong tulis lah dengan tulisan yang baik dan benar jagan sampai ke SPAM otomatis dan (Jangan Memasukan Link Aktif. Cukup gunakan Name/URL saja).
Jadilah blogger yang profesional yang tidak suka merugikan blogger lain.
Terima Kasih.